Minggu, 17 Oktober 2021

PGP-2-Kota Surabaya-Enik Faridah-Aksi Nyata Modul 3

 

Aksi Nyata Modul 3.3

Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan

melalui Program Lingkungan Berseri (Bersih, Sehat, Asri)

 

 

A.        Peristiwa (Facts)

1.       Latar Belakang

Dalam rangka mewujudkan karakter murid yang berwawasan lingkungan sesuai dengan visi dan misi SD Negeri Rungkut Menanggal II/583 adalah mengajak murid untuk terlibat aktif dalam kegiatan Peduli Lingkungan Berseri (Bersih, Sehat, Asri). Lingkungan yang bersih, sehat, dan asri dapat mendukung pembelajaran sehingga murid merasa nyaman untuk belajar.

Program Peduli Lingkungan Berseri sangat penting untuk melakukan kerjasama dari seluruh stakeholder. Kerjasama dengan orangtua/walimurid harus dibangun, karena program ini dilakukan murid saat berada di rumah masing-masing, karena masi pandemic Covid-19. Keteladanan dari guru, orangtua, dan seluruh warga sekolah sangat diharapkan agar terbangun karakter peduli lingkungan. Kegiatan ini dimulai dengan aksi nyata menjaga kebersihan bersama keluarga masing-masing murid. Selanjutnya aksi nyata murid dalam menjaga kesehatan di masa pandemic Covid-19.

2.       Mengapa Melakukan Aksi Ini

Aksi Peduli Lingkungan Berseri dilaksanakan dengan harapan meningkatnya keterlibatan murid, guru, dan orangtua/walimurid dalam menjaga lingkungan agar bersih, sehat, dan asri.

3.       Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan

Program Peduli Lingkungan Berseri dilakukan untuk meningkatkan kepedulian murid akan lingkungan sehingga hal ini dapat meningkatkan pula kualitas sumber daya manusia menuju sekolah adiwiyata yang berkualitas.

B.        Perasaan (Feelings)

Perasaan saya pada awal merencanakan saya masih kurang yakin, karena kegiatan ini dilakukan secara daring dan luring. Murid melakukan bersama orangtua/walimurid di rumah. Tetapi saat melakukan aksi nyata, perasaan yang semula kurang yakin menjadi berubah. Respon positif dari orangtua yang terlibat membuat saya optimis bahwa kegiatan ini dapat dilakukan. Saya merasa bahagia. Saya menjadi percaya bahwa program Peduli Lingkungan Berseri (Bersih, Sehat, Asri) dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat dalam meningkatan kepedulian murid terhadap lingkungan di sekitar.

C.        Pembelajaran (Findings)

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan aksi nyata sebagai berikut:

a.       Meningkatnya keterlibatan murid dalam kegiatan peduli lingkungan

b.       Meningkatnya keterlibatan guru dan orangtua dalam kegiatan peduli lingkungan

D.        Penerapan ke depan (Future)

Penerapan ke depan sebagai berikut:

a.       Membangun kemitraan dengan masyarakat sekitar sekolah dalam kegiatan peduli lingkungan

b.       Membangun kemitraan bersama komunitas peduli lingkungan

 

Refleksi dan Evaluasi

a.       Aksi nyata modul 3.3 tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid dapat dilaksanakan dengan lancer, mulai dari perencanaan, dan pelaksanaan dan dapat memberikan evaluasi terhadap murid tentang kegiatan pembelajaran dalam aksi nyata tersebut.

b.       Setelah melakukan pemetaan aset, saya menyusun program yang sesuai dengan aset yang dimiliki sekolah. Saya senang karena banyak aset yang mendukung untuk program lingkungan.

c.       Melihat dalam hal pelaksanaan awal masih belum semua terlibat, maka saya melakukan sosialisasi kembali program Peduli Lingkungan Berseri kepada warga sekolah.

d.       Evaluasi dilakukan bersama kepala sekolah, guru, murid, dan orangtua yang bertujuan agar kegiatan yang dilakukan telah memenuhi pencapaian ataukah belum sehingga nantinya akan berdampak pada hasil kegiatan selanjutnya yang lebih baik dan untuk memperbaiki atau mengembangkan program Peduli Lingkungan Berseri.

e.       Berbagi praktik dengan seluruh stakeholder melalui kegiatan nyata menurut saya lebih efektif sehingga mudah diterima, seperti penerapan merdeka belajar sesuai filosofi Ki Hadjar Dewantara, nilai dan peran guru, budaya positif, visi dan misi sekolah, pembelajaran diferensiasi, pembelajaran social emosional, pengambilan keputusan , pemetaan aset, dan pengelolaan program yang berdampak pada murid.

 

Dokumentasi

1.       Melakukan koordinasi bersama stakeholder



2.       Murid melakukan konservasi air

 

 

3.       Murid melakukan penanaman bersama keluarga

 

 

4.       Koordinasi bersama guru kelas setelah melakukan monitoring


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sabtu, 02 Oktober 2021

Modul 3.1 Aksi Nyata Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

Klik : Aksi Nyata

1. Peristiwa (Fact)

Latar Belakang tentang situasi yang dihadapi

Dalam suatu kelas terdapat seorang murid yang kurang disiplin terhhadap peraturan sekolah. Sebelumnya murid tersebut sangat rajin. Tetapi sekarang hampir satu minggu tidak mengikuti pembelajaran baik daring maupun luring di sekolah. Komunikasi bersama orangtua sudah dilakukan. Tetapi masih belum ada titik terang untuk masalah ini. Murid tersebut masih tidak mengikuti pembelajaran tanpa keterangan.

Dalam mengatasi masalah ini, proses coaching sangat penting untuk dilakukan. Setelah proses coaching, selanjutnya dilakukan kunjungan ke rumah murid. Guru bersama orangtua berkoordinasi dan bekerja sama melakukan bimbingan dan pemantauan. Jika setelah kunjungan tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik, maka murid dan orangtua dipanggil ke sekolah untuk berdiskusi kembali dan mencari solusi agar murid disiplin. Hal ini diharapkan dapat menjadikan murid lebih bertanggungjawab dan disiplin dalam belajarnya. 

Banyak faktor yang menyebabkan murid tersebut tidak disiplin seperti keadaan keluarga yang kurang harmonis dan keadaan ekonomi sehingga murid tersebut lebih memilih untuk membantu orangtua mencari penghasilan. Inilah yang dapat menjadi pertimbangan bagi sekolah, sehingga murid tersebut memiliki peluang untuk memperbaiki dan melengkapi tugas yaang belum dikerjakan dan peluang untuk memberi jadwal luring secara khusus kepada murid tersebut.

Alasan melakukan Aksi Nyata tersebut

Alasan melakukan aksi nyata tersebut adalah karena adanya suatu masalah dimana murid tidak mengikuti pembelajaran tanpa keterangan selama satu minggu. Setelah melalui coaching, berkoordinasi bersama orang tua dan sekolah, murid tersebut mendapat jadwal khusus agar mudah mengikuti pembelajaran.

Hasil Aksi Nyata yang dilakukan

Hasil aksi nyata yang dilakukan adalah dokumentasi koordinasi bersama orangtua dan dokumentasi dari rapat dewan guru yang menyatakan bahwa murid yang mengalami permasalahan seperti pada kasus tersebut dapat dibuatkan jadwal khusus.

2. Perasaan (Feelings)

Perasaan saya saat melakukan aksi nyata, saya merasa mengalami dilema etika. Di satu sisi, jika mengacu peraturan sekolah maka murid tersebut dikatakan alpa atas ketidakhadirannya dalam pembelajaran karena tanpa keterangan. Hal ini dapat menyebabkan murid tersebut mengalami masalah saat kenaikan kelas. Di sisi lain, mental murid tersebut juga penting untuk diperhatikan. Murid memiliki masa depan. Berbagai kebijakan bisa diterapkan sesuai dengan kesepakatan dalam rapat dewan guru dengan pertimbangan kemanusiaan. Hasil koordinasi bersama orangtua juga dipertimbangkan,  komunikasi aktif dua arah antara sekolah dan orangtua terjalin dengan baik.

Perasaan saya setelah melakukan aksi nyata, saya merasa lega karena ada keputusan bersama antara guru, sekolah, murid, dan orangtua. Identifikasi dan analisis masalah sudah dilakukan untuk kebaikan bersama. Paradigma yang dilakukan adalah paradigma jangka pendek melawan jangka panjang. Hasil keputusan ini lebih terlihat di masa selanjutnya. Murid tidak mendapat tekanan mental berlebih sehingga murid dapat belajar dengan mudah.

3. Pembelajaran (Findings)

Pembelajaran dari kegagalan: murid memiliki pribadi yang unik. Setiap murid berbeda-beda. Ada kalanya mereka memiliki masalah yang bukan timbul dari dirinya, melainkan dari lingkungan sekitarnya. Seperti dari keadaan keluarga, maupun pola pikir yang ditanamkan oleh orangtuanya. teknik dalam menyelesaikan masalah setiap murid pun tidak bisa sama. Proses coaching masih dapat digunakan sebagai alternatif menyelesaikan masalah murid.

Pembelajaran dari keberhasilan: murid menjadi lebih termotivasi dalam belajarnya, murid menjadi lebih mudah dalam belajarnya. Pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Baik dari murid itu sendiri, orangtua, guru, maupun kebijakan sekolah.

4. Penerapan ke depan (Future)

Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang adalah dalam bentuk pembelajaran tatap muka melalui kunjungan di rumah murid, sosialisasi mengenai peraturan sekolah agar murid lebih memahami sehingga tidak melanggar aturan sekolah, meningkatkan proses coaching dalam menyelesaikan masalah, lebih aktif dalam menjalin kerjasama dengan orangtua siswa.


Rapat dewan guru


Berkoordinasi bersama orangtua murid



Rabu, 15 September 2021

Demonstrasi Kontekstual - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Keberhasilan Seorang Pemimpin

Keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemban tugas sangat ditentukan dalam tindakan mengambil keputusan yang efektif. Hasil keputusan ini sangat penting, karena bisa menentukan arah dan tujuan institusi dan tentunya berdampak kepada mutu pendidikan yang didapatkan murid.  

Program Guru Penggerak membuka wawasan saya bagaimana cara mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Penerapan pengetahuan yang saya dapatkan di program guru penggerak, saya lakukan dengan berbagai macam cara seperti melakukan sosialisasi materi program guru penggerak melalui komunitas praktisi SDN Rungkut Menanggal II/583. Sosialisasi ini dilakukan baik luring maupun daring. Sosialisasi juga melalui tulisan seperti yang saya tulis dalam blog ini. Saya juga melakukan sosialisasi materi program guru penggerak melalui video youtube.

Langkah-langkah yang saya lakukan yaitu:

  1. Memastikan bahwa dalam mengambil keputusan sudah sesuai dengan visi dan misi.
  2. Melakukan analisa terhadap situasi atau kasus yang dihadapi sesuai dengan paradigma pengambilan keputusan.
  3. Memilih salah satu prinsip pengambilan keputusan.
  4. Melakukan 9 langkah pengambilan keputusan dan pengujian keputusan.
Dalam memandu pengambilan keputusan, 9 langkah yang saya lakukan yaitu (1) mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi dilema yang dihadapi; (2) menentukan siapa yang terlibat dalam situasi; (3) mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi dilema; (4) pengujian benar atau salah, ada uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, dan uji panutan/idola; (5) pengujian paradigma benar lawan benar; (6) melakukan prinsip resolusi; (7) investigasi opsi trilema; (8) membuat keputusan; (9) melihat kembali keputusan dan merefleksikan.

Dalam pengambilan keputusan ada tiga prinsip yang melandasinya. Ketiga prinsip ini seringkali membantu dalam mengahdapi pilhan-pilhan yang penuh tantangan, yang harus dihadapi pada dunia saat ini (Kidder, 2009, hal.144). Ketiga prinsip tersebut yaitu berpikir berbasis hasil akhir atau Ends-Based-Thinking, berpikir berbasis peraturan atau Rule-Based-Thinking, dan berpikir berbasis rasa peduli atau Care-Based Thinking.

Pengambilan keputusan juga memperhatikan beberapa paradigma. Paradigma pengambilan keputusan terdiri atas: individu lawan masyarakat, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan, dan jangka pendek lawan jangka panjang.

Langkah-langkah pengambilan keputusan tersebut, saya terapkan pada saat saya menghadapi situasi dilema etika. Jika hari ini saya menghadapi dilema etika saya menggunakan langkah pengambilan keputusan tersebut. Langkah pengambilan keputusan tersebut sangat membantu saya dalam membuat keputusan terbaik yang dapat emnguntungkan semua pihak. Penerapan pengambilan keputusan yang mempehatikan 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan sangat penting dalam menghasilkan keputusan yang efektif.

Dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran tentunya saya membutuhkan masukan dari rekan yang bisa saya ajak diskusi, sehingga saya mengetahui apakah keputusan yang saya ambil sudah tepat dan efektif atau belum. Rekan yang dapat saya ajak berdiskusi antara lain rekan sejawat di sekolah, kepala sekolah, orangtua siswa, siswa, dan komite sekolah. 

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semuanya.

Salam dan bahagia.


Jumat, 27 Agustus 2021

AKSI NYATA PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL YANG BERDIFERENSIASI

 AKSI NYATA MODUL 2.2

PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL YANG BERDIFERENSIASI

SDN RUNGKUT MENANGGAL II/583 SURABAYA


Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) berisi keterampilan yang dibutuhkan murid untuk dapat bertahan dalam menyelesaikan masalah, juga mengajarkan mereka menjadi orang yang baik. PSE memberikan keseimbangan pada murid dan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat menjadi sukses. Sebegai pendidik saya menggabungkan itu semua dalam pembelajaran.

Pada saat membuat perencanaan, terbersit dalam pikiran saya bahwa murid pasti senang dengan pembelajaran seperti ini. Saya ingat bahwa anak didik saya memiliki minat belajar yang erbeda-beda. Oleh karena itu saya membuat perencanaan pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan belajar mereka. Saya juga mengintegrasikan PSE dalam pembelajaran ini.

Berikut perencanaan pembelajaran sosial emosional:

Link RPP PSE

Sebelum presentasi saya mengajak murid untuk melakukan teknik STOP bersama-sama. 

Stop/ Berhenti . Menghentikan apapun yang sedang dilakukan murid saat itu.

Kemudian mengajak Take a deep Breath/ Tarik nafas dalam keluar. Rasakan udara segar yang masuk melalui hidung. Rasakan udara hangat yang keluar dari lubang hidung. 

Observe/ Amati . Amati apa yang Anda rasakan pada tubuh 

Proceed/ Lanjutkan .Melanjutkan kembali aktivitas  dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif.

Setelah melakukan diskusi dan presentasi tentang adaptasi pada tumbuhan, saya melatih keterampilan empati mereka dengan mengajak mereka untuk memahami beberapa keadaan melalui gambar-gambar ekpresi senang, sedih, bersemangat, dan marah. Saya mengajak murid untuk memberikan solusi bagaimana jika ada teman atau sahabat yang sedang bersedih atau sedang marah. Saya bahagia, murid merspon dengan baik. Mereka memberikan solusi-solusi yang luar biasa.

Pada akhir pembelajaran, saya juga mengajak murid untuk mengekspresikan perasaan tokoh dari bacaan yang sudah mereka baca juga. Pemahaman mengenali emosi seperti ini dapat membantu murid untuk dapat merespon terhadap kondisinya sendiri secara lebih tepat . 




Link Pelaksanaan PSE: Link Youtube PSE

Saya menyadari bahwa PSE memiliki pengaruh hebat pada diri anak didik saya. Oleh karena itu pada pembelajaran selanjutnya saya mengintegrasikan PSE tidak hanya dalam pembelajaran saja, melainkan dalam kegiatan rutinitas dan budaya sekolah. 

Salam dan Bahagia

Sabtu, 21 Agustus 2021

2.1.a.10. Aksi Nyata - Modul 2.1

 

Pembelajaran Berdiferensiasi Kelas 6A 

SD Negeri Rungkut Menanggal II/583 Surabaya


Sumber: dokumen pribadi

Pembelajaran diferensiasi sangat memperhatikan kebutuhan belajar setiap murid. Murid dapat memaksimalkan potensi melalui pembelajaran diferensiasi. Ini adalah cara terbaik karena setiap murid mendapatkan kesempatan yang sama belajar sesuai dengan kebutuhannya. Murid juga belajar berbagai nilai kehidupan, bagaimana menghargai perbedaan yang ada, mendapatkan kemerdekaan belajar, menggunakan kekuatan yang ada pada dirinya, dan memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan belajarnya. 

Pada mulanya hal yang saya lakukan dalam pembelajaran diferensiasi adalah memetakan kebutuhan murid dan membuat perencanaan pembelajaran berdiferensiasi. Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam membuat pemetaan kebutuhan murid yaitu kesiapan murid (readiness), minat murid, dan profil belajar murid.

Berikut ini perencanaan pembelajaran dan pemetaan kebutuhan murid kelas 6A :
https://drive.google.com/file/d/19YgzcnjcsWJFn4mXXYycdLf-jkX4JYXq/view?usp=sharing


Setelah melakukan pemetaan kebutuhan, dapat diketahui bahwa ada beberapa minat yang dimiliki murid, seperti menulis, menggambar, bermain peran, dan bernyanyi. 

Dalam pembelajaran "Perkembangbiakan Tumbuhan secara vegetatif Alami" saya memberikan berbagai alternatif kegiatan untuk memaksimalkan potensi murid. Hal ini juga memudahkan siswa belajar dari hal-hal yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Sehingga pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan bagi murid.

Link materi pembelajaran:

Pembelajaran diferensiasi ini melalui daring (menggunakan kelas Teams). Berikut beberapa dokumentasi dari pembelajaran diferensiasi yang sudah saya terapkan pada murid kelas 6A.


Pembelajaran diferensiasi melalui Teams


Diskusi murid bersama teman sekelompok




Hasil tugas siswa berupa infografis




Hasil tugas siswa berupa gambar dan menulis


Pembelajaran diferensiasi mewujudkan merdeka belajar dan pembelajaran yang berpusat pada murid. Pembelajaran ini berakar dari filosofi Ki Hadjar Dewantara.
Semoga bermanfaat dan salam bahagia!


























Sabtu, 24 Juli 2021

PGP-Angk2-Kota Surabaya-Enik Faridah-1.4-Aksi Nyata

 Aksi Nyata Budaya Positif

PGP-Angk2-Kota Surabaya-Enik Faridah-1.4-Aksi Nyata

GERAKAN LINGKUNGAN "BERSEMI" (BERSIH SEHAT MILIK KAMI)

Latar Belakang

Penerapan budaya positif sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sekolah sebagai institusi pembentuk karakter dengan konsep budaya positif, salah satunya adalah penerapan kesepakatan bersama yang efektif dan posisi kontrol guru yang sesuai dengan kebutuhan murid.

Penerapan kesepakatan bersama merupakan langkah awal yang efektif dalam membentuk budaya positif di sekolah. Ada kesepakatan bersama di kelas dan di sekolah. Kesepakatan kelas dibentuk bersama murid. Hal-hal yang dilakukan dalam membuat kesepakatan kelas antara lain: memberi kesempatan kepada murid tentang pendapat dan harapannya untuk mencapai kelas impian, kemudian mengambil ide mereka untuk dijadikan kesepakatan kelas bersama. kesepakatan kelas juga perlu dilakukan refleksi dalam waktu tertentu sesuai dengan kondisi dan kelas.

Budaya positif di sekolah tidak hanya dibangun dari sisi kelas saja, tetapi juga lingkup sekolah. Sekolah harus dapat menciptakan budaya positif dalam pengembangan karakter anak didiknya. Sekolah harus membawa pengaruh positif terciptanya budaya positif yang berimbas kepada lingkungan dimana anak didik bertempat tinggal. Karena lingkungan merupakan satu faktor penting yang mempengaruhi tumbuh kembangnya anak didik.  

Penanaman karakter cinta lingkungan sangat penting bagi anak didik agar anak memiliki kepekaan terhadap kondisi di lingkungan sekitarnya. Inilah yang mendasari saya (penulis) dalam mewujudkan budaya positif melalui program sekolah yang mendukung karakter cinta lingkungan. Program ini dinamakan gerakan Lingkungan “Bersemi”. Gerakan ini mengajak siswa untuk praktek langsung dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat di sekitarnya dengan pendampingan orangtua.

Tujuan dari aksi nyata ini antara lain:

1.     Menumbuhkan budaya positif melalui program cinta lingkungan pada siswa.

2.     Meningkatkan kesadaran murid bahwa lingkungan bersih dan sehat dapat membuat rasa nyaman

3.     Meningkatkan hubungan yang baik antara guru, siswa, dan orangtua

4.     Mendukung pembelajaran bermakna dan menyenangkan

5.     Mewujudkan visi murid merdeka belajar


Beberapa tindakan yang saya lakukan antara lain:

  1. Berkoordinasi dengan kepala sekolah terkait pelaksanaan aksi nyata
  2. Menyusun instrumen pelaksanaan aksi nyata
  3. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
  4. Melakukan sosialisasi kepada siswa dan orangtua
  5. Pelaksanaan gerakan Lingkungan “Bersemi” oleh orangtua siswa di rumah masing-masing
  6. Pemantauan secara aktif pelaksanaan gerakan Lingkungan “Bersemi”
  7. Pengumpulan instrumen dan dokumentasi
  8. Melakukan refleksi
  9. Menyusun laporan Gerakan Lingkungan “Bersemi"
Deskripsi dan Hasil Aksi Nyata
        Langkah awal yang saya lakukan adalah berkoordinasi dengan kepala sekolah tentang rencana yang akan saya lakukan. Setelah mendapat dukungan dari kepala sekolah selanjutnya saya berkolaborasi dengan teman sejawat berbagi budaya positif kepada siswa saya juga berkolaborasi dengan orang tua siswa dalam melaksanakan budaya positif melalui program gerakan lingkungan bersemi.
        Aksi nyata ini berhasil memberikan pemahaman kepada seluruh warga sekolah bahwa budaya positif dapat diawali denan menanamkan pembiasaan hidup bersih dan sehat hal ini dibuktikan dengan antusias siswa dalam mengikuti kegiatan gerakan lingkungan "bersemi" siswa terlihat senang dan membangun komunikasi bersama guru dalam menyampaikan ide dan jenis kegiatan yang mereka lakukan dalam mendukung dan terlibat aktif di gerakan lingkungan "bersemi".
        Siswa mendapatkan pengalaman bermakna melalui kegiatan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan rumahnya masing-masing.Siswa juga merasa nyaman karena kegiatan lingkungan bersemi dilakukan dengan dukungan orang tua mereka.

Keberhasilan program ini antara lain :
1. Memperoleh dukungan dan motivasi Ibu Kepala SDN Rungkut Menanggal II Surabaya.
2. Menumbuhkan kesadaran kepada siswa bahwa lingkungan bersih dan sehat dapat   
    membuat rasa nyaman.
3. Terciptanya hubungan yang baik antara guru, siswa dan orang tua, kemudian terciptanya budaya positif di lingkungan sekolah dan rumah dengan kesadaran masing-masing, individudalam menerapkannya.

Kendala yang saya hadapi yaitu masih terdapat sebagian kecil rekan guru yang belum bergabung dalam gerakan lingkungan bersemi.

Rencana Perbaikan di Masa Mendatang
1. Berkolaborasi aktif dengan semua guru kelas dan semua guru mata pelajaran dalam mewujudkan 
    aksi  nyata.
2. Melakukan sosialisasi kembali pentinganya budaya positif kepada seluruh warga sekolah.
3. Akan terus melakukan refleksi bersama-sama tentang keberhasilan program.
4. Melakukan evaluasi secara berkala.
        
Gerakan lingkungan bersemi sebagai salah satu langkah membangun budaya positif ini mendukung program Adiwiyata yang ada di sekolah diharapkan budaya positif ini dapat menumbuhkan karakter cinta lingkungan baik terhadap semua warga sekolah maupun orang tua siswa. Pada awalnya saya sempat ragu apakah ini berhasil karena kondisi masa masih pandemi. Tetapi setelah mendapat respon dan dukungan positif  dari berbagai pihak saya menjadi percaya dan optimis bahwa gerakan lingkungan bersemi membawa warna dalam menerapkan dan mewujudkan budaya positif secara efektif dan bisa berjalan terus-menerus dan konsisten.

Dokumentasi Kegiatan


Guru dan siswa membuat kesepakatan bersama



Contoh Kesepakatan Kelas 6A



Melakukan koordinasi bersama kepala sekolah dan guru di sekolah

Melakukan sosialisasi program ke siswa dan orangtua siswa










Demikian aksi nyata dalam mewujudkan budaya positif yang saya lakukan di sekolah. Semoga dapat menginspirasi dalam penerapan budaya positif bagi sekolah yang lainnya.
Salam dan bahagia.








Selasa, 29 Juni 2021

 

AKSI NYATA VISI GURU PENGGERAK

 

Salam dan bahagia,

Mewujudkan visi menuju suatu perubahan yang lebih baik dalam pendidikan adalah dambaan saya. Saya merasa bahagia mendapatkan kesempatan untuk aktif terlibat di dalamnya. Perubahan yang lebih baik, mewujudkan lingkungan belajar yang bermakna dan berpihak pada peserta didik.

Inkuiri Apresiatif membuka pandangan saya bahwa hal-hal positif akan dapat menghasilkan kekuatan tertinggi dalam menggapai keberhasilan. Contoh aksi nyata selain kegiatan peduli lingkungan dan memaksimalkan peran UKS di sekolah, saya membuat perubahan dalam layanan literasi perpustakaan sekolah. Layanan literasi yag semula hanya untuk membaca saja, sekarang saya bentuk menjadi sentra. Saya menggunakan aplikasi teams dalam kegiatan sentra perpustakaan. Tahapan BAGJA sangat membantu saya untuk mengimplementasikan kegiatan tersebut agar berjalan dengan baik. 

Tujuan saya dalam aksi nyata ini adalah untuk meng-cover potensi peserta didik, dalam bidang sains, dongeng, seni kriya, matematika, dan menulis. Aksi nyata ini juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang ada di sentra-sentra perpustakaan. 

Beberapa tindakan yang saya lakukan dalam aksi nyata ini adalah melakukan koordinasi bersama kepala sekolah dan seluruh stakeholder yang ada di sekolah. Ini merupakan langkah awal. Kemudian saya menyusun perencanaan dan melakukan pemetaan kekuatan dari beberapa aset (diri sendiri, guru, siswa, lingkungan); menyiapkan tim yang terlibat, menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, membuat jadwal kegiatan sentra, melaksanakan kegiatan secara bertahap, memantau hasil kegiatan, melakukan evaluasi dan refleksi pada kegiatan aksi nyata yang saya lakukan.

Saya senang karena mendapat dukungan dari kepala sekolah, rekan sejawat, peserta didik, dan wali murid. Saya percaya bahwa aksi nyata yang saya lakukan ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan perubahan positif dalam bidang literasi yang berpihak pada peserta didik.

 

Berikut kegiatan saya dalam aksi nyata Visi Guru Penggerak


Saya melakukan koordinasi bersama seluruh stakeholder yang ada di sekolah


Peserta didik mengikuti kegiatan daring literasi


Tampilan berbagai macam sentra layanan perpustakaan

 

Demikian aksi nyata saya dalam mewujudkan perubahan positif di sekolah yang berpihak pada peserta didik.



 

 

 

 

Sabtu, 29 Mei 2021

Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak

Pendidikan Guru Penggerak menerapkan siklus pembelajaran MERRDEKA (Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Refleksi Terbimbing, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi, Aksi Nyata). Aksi Nyata sebagai tahapan akhir membuka kesempatan bagi saya untuk menerapkan pengetahuan yang telah saya dapatkan dalam satu rangkaian modul.

Aksi Nyata mendukung pengembangan diri saya. Saya melakukan berbagai kegiatan, seperti penerapan langsung dalam tugas keseharian dan berbagi informasi atau pengetahuan melalui berbagai media. Salah satunya adalah menulis jurnal refleksi tentang nilai dan peran guru penggerak.

Aksi Nyata yang saya lakukan menguatkan nilai dan peran saya sebagai CGP. Saya bersyukur dalam melakukan aksi nyata ini mendapat dukungan yang positif dari berbagai pihak, baik dari keluarga, sekolah, pendamping, dan fasilitator.

Sepanjang proses mengikuti pendidikan guru penggerak, banyak sekali ide atau gagasan yang seakan-akan mengalir tanpa henti. Gagasan-gagasan untuk ikut membangun negeri melalui pendidikan. Gagasan yang mengarah pada inovasi, perubahan, perbaikan, bahkan penguatan. Contohnya pengembangan sekolah melalui perbaikan manajemen sekolah, inovasi pada program sekolah yang sudah berjalan, dan adanya program sekolah yang diharapkan dapat membantu dalam pengembangan potensi dan bakat peserta didik.

Saya berkolaborasi bersama rekan guru dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman untuk pembelajaran, seperti menambahkan tanaman dan perawatan tanaman di sekolah. Inovasi program perpustakaan menjadi pusat sumber belajar sekolah. Saya membuat beberapa sentra pelayanan perpustakaan menjadi beberapa sentra seperti sentra sains, sentra matematika, sentra mendongeng, sentra calistung, dan sentra seni kriya. Perluasan perpustakaan yang sebelumnya hanya bertempat di lantai satu, sekarang sudah ada perpustakaan khususnya sentra seni yang saya tempatkan di lantai dua. Selain itu, saya juga membuat lms untuk tim Usaha kesehatan Sekolah.

Saya melibatkan orangtua siswa dalam pembelajaran. Pendampingan orangtua dalam pembelajaran di saat pandemi sangat penting. Dengan berkolaborasi bersama orangtua diharapkan peserta didik dapat lebih optimal dalam pembelajaran. Hal ini juga mendukung pembentukan karakter pada peserta didik.

Pembelajaran dalam pendidikan guru penggerak memberikan kesempatan saya untuk melakukan aksi yang lebih dalam mengoptimalkan nilai dan peran guru penggerak. Beberapa stretegi yang saya lakukan antara lain melakukan diseminasi kepada rekan guru yang lain, berkolaborasi bersama kepala sekolah, rekan guru, siswa, orangtua siswa, dinas terkait, dan beberapa komunitas.

Berikut ini ‘Foto bercerita’ dari seluruh rangkaian pelaksanaan dalam aksi saya.

Berkolaborasi bersama rekan guru di sekolah

Melakukan diseminasi tentang Dasar-Dasar Pendidikan Ki Hadjar Dewantara


Membangun kerjasama bersama dispusip 
dalam pengembangan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar



Melibatkan pendampingan orangtua dalam pembelajaran di masa pandemi

Berkolaborasi bersama rekan guru dan orangtua siswa dalam aksi peduli lingkungan


Berkolaborasi bersama rekan guru dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman

Bersama Guru Penggerak wujudkan merdeka dalam belajar. Salam sehat dan bahagia.